Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru atau MOS

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Setelah pengumuman peserta didik baru yang diterima di sebuah satuan pendidikan, maka kegiatan selanjutnya sebelum peserta didik / siswa baru mengikuti pembelajaran efektif di sekolah, maka kegiatan awal yang sebelumnya di sebut MOS (Masa Orientasi Siswa) yang mana mulai tahun pelajaran 2016/2017 mendatang dikenal dengan Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru.

Dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru perlu dilakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai taman belajar yang menyenangkan. Pengenalan lingkungan sekolah adalah kegiatan pertama masuk Sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur Sekolah.

Pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran.

Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru yang diberlakukan mulai tahun pelajaran 2016/2017 ini adalah berdasarkan pada Peraturan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru.

Dalam Pasal 11 disebutkan bahwasannya dengan berlakunya Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 ini, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 55 Tahun 2014 tentang Masa Orientasi Siswa Baru di Sekolah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Sehingga dapat disimpulkan pada tahun pelajaran 2016/2017 mendatang seluruh satuan pendidikan yang mengadakan kegiatan pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru berpedoman pada Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 ini.

Adapun pelaksanaan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru pada awal tahun pelajaran baru adalah sebagai berikut:

a.   mengenali potensi diri siswa baru;
b.   membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah;
c.   menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru;
d.   mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya;
e.   menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong.

Pengenalan lingkungan sekolah meliputi kegiatan wajib dan kegiatan pilihan.  Kegiatan wajib dan kegiatan pilihan dilakukan sesuai dengan silabus pengenalan lingkungan sekolah sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016.

Sekolah dapat memilih salah satu atau lebih materi kegiatan pilihan pengenalan lingkungan atau melakukan kegiatan pilihan lainnya yang disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik lingkungan sekolah.

Sekolah melakukan pendataan tentang keadaan diri dan sosial siswa melalui formulir pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru yang diisi oleh orang tua/wali siswa yang minimal memuat:

a.   profil siswa yang terdiri dari identitas siswa, riwayat kesehatan, potensi/bakat siswa, serta sifat/perilaku siswa; dan
b.   profil orangtua/wali.

Contoh formulir pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru tercantum dalam Lampiran II Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016.

Download selengkapnya Permendikbud No. 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru silahkan klik di sini. Semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam Edukasi...!

Refference : www.dadangjsn.com

PTK Dengan Judul Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Mengidentifikasi Informasi Dari Teks Fungsional Pendek Sederhana Dalam Bentuk Advertisement Mata Pelajaran Bahasa Inggris Dengan Model Think Pair And Share

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A.       Subjek Penelitian
Yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah siswa-siswa kelas VIIc SMP Negeri 2 Lunyuk tahun Pelajaran 2011/2012. kelas VII c SMPN 2 Lunyuk berjumlah 36 siswa, terdiri dari 15 putri dan 21 putra.
SMPN 2 Lunyuk terletak di Dusun Krida, Desa Jamu Kecamatan Lunyuk, Sumbawa Besar, NTB. Jarak sekolah dari jalan raya kira-kira 300 meter. Ini berarti cukup jauh dari kebisingan kendaraan bermotor, dan sangat memungkinkan untuk belajar  dengan tenang. Namun fasilitas sekolah kami belum cukup memadai. Guru-guru memanfaatkan fasilitas yang ada dengan cukup maksimal.
Peneliti adalah guru mata pelajaran  Bahasa Inggris yang sudah mengajar selama 8 tahun.  Pernah mengajar beberapa mata pelajaran, karena pada awal berdirinya sekolah terjadi kekurangan guru sehingga dimanfaatkan guru-guru yang ada pada saat itu. Mata pelajaran yang pernah diajarkan oleh peneliti antara lain Bahasa Indonesia, IPA, Muatan Lokal, PKn,dan tentunya Bahasa Inggris. Pendidikan terakhir peneliti adalah Diploma 3 Bahasa Inggris Penerjemahan. 
Berikut ini adalah jadwal penelitian perbaikan pembelajaran.
No
Uraian Kegiatan
Februari
Maret
April
Mei
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
A.
Perencanaan tindakan











B.
Perbaikan pembelajaran reading
1. Pelaksanaan Siklus I












    1.1 Tindakan I











    1.2 Observasi I











    1.3 Evaluasi Tindakan I











    1.4 Refleksi I











1.5 kesimpulan, Revisi, dan perencanaan tindakan II











2. Pelaksanaan Siklus II












    2.1 Pelaksanaan II











    2.2 Observasi II











    2.3 Analisis Data II











    2.4 Refleksi II











C.
Perbaikan pembelajaran speaking
1. Pelaksanaan Siklus I












1.1.    Tindakan I











1.2.    Observasi I











1.3.    Evaluasi Tindakan I











1.4.    Refleksi I











1.5.  Kesimpulan, Revisi, dan perencanaan tindakan II











2. Pelaksanaan Siklus II












    3.1 Pelaksanaan II











    3.2 Observasi II











    3.3 Analisis Data II











    3.4 Refleksi II











D.
Pembuatan Laporan










E.
Penyerahan Laporan












B.     Deskripsi Per Siklus
Prosedur penelitian ini mengikuti model PTK klasikal yang telah disesuaikan untuk perbaikan pengajaran dalam Model Belajar BERMUTU.
 Masalah diidentifikasi bersama-sama dengan rekan sejawat guru berdasarkan case study yang ditulis guru.  Case study  ini secara naratif dan detil menjelaskan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru, serta refleksi oleh guru. Dari case study, diidentifikasi bahwa siswa kelas VII belum mampu mengidentifikasi informasi yang terdapat di dalam teks fungsional pendek sederhana berbentuk advertisement dan mengungkapkan informasi dalam teks monolog berbentuk  prosedur dengan benar dan pencapaian hasil belajar siswa rendah. Berdasarkan diskusi dengan rekan sejawat guru dan juga dari beberapa pustaka, tindakan yang dipilih guru untuk memperbaiki proses belajar mengajar tersebut adalah dengan model think pair and share (reading skill) dan metode diskusi (speaking skill).
1.         Perencanaan, Pelaksanaan Tindakan dan Observasi
Pelaksanaan kegiatan perbaikan pembelajaran dilakukan dalam dua siklus selama tiga bulan. Masing-masing siklus membutuhkan 2 jam pelajaran berdasarkan RPP perbaikan pembelajaran yang telah dibuat.
  1. Perbaikan Pembelajaran Reading (RPP 1) siklus 1
a.    Rencana Perbaikan Pembelajaran  
RPP 1   siklus adalah                                                                                                                  teks fungsional pendek sederhana yang berbentuk advertisement,   dalam       perencanaan     tindakan      ini    dilakukan   langkah-langkah sebagai berikut :  
1.    Menyusun rencana Pelaksanaan Pembelajaran teks   tertulis   dengan panduan    think pair and share.
2.    Menyiapkan lembar kerja siswa, media dan sumber pembelajaran.
3.    Menyiapkan lembar observasi.
b.   Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran 
Langkah-langkah yang dilakukan dalam Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran adalah sebagai berikut :
1.         Siklus 1 dimulai dengan pembukaan oleh guru, dengan menanyakan iklan – iklan yang pernah dilihat atau ditonton oleh siswa.
2.      Selanjutnya  siswa diminta menyebutkan kata-kata yang digunakan pada iklan yang pernah ditonton tersebut.
3.         Berdasarkan tanya jawab itu, guru mengaitkannya tujuan pembelajaran pada hari itu.
4.       Pada kegiatan inti guru menampilkan beberapa contoh iklan dari koran sambil menyampaikan inti materi.
5.      Kemudian guru meminta siswa untuk duduk berpasang-pasangan dengan teman yang telah ditentukan guru.
6.         Selanjutnya siswa membaca teks iklan dengan penuh seksama untuk mengidentifikasi informasi yang terdapat di dalamnya bersama pasangan masing-masing.
7.         Kemudian guru memberi kesempatan kepada masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, selanjutnya guru melengkapi hasil hasil diskusi siswa secara lisan dan singkat.
8.      Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan melakukan evaluasi pembelajaran dengan memberikan soal-soal.
9.         Seusai evaluasi pembelajaran menanyakan kesulitan yang dihadapi oleh siswa selama proses pembelajaran.
10.     Selanjutnya, kegiatan belajar ditutup dengan tanya jawab terkait pembalajaran yang telah dilaksanankan sebagai kesimpulan akhir.
c.    Pengamatan dan Refleksi.     
Dari Pembelajaran 1 Siklus 1 diperoleh gambaran sebagai berikut :
1.         Respon  siswa  terlihat  cukup  baik,  meskipun  ada  sebagian  kecil  yang masih kurang berperan serta secara aktif dalam proses pembelajaran.
2.         Umumnya  siswa  dapat  memahami dan menguasai materi pembelajaran, tapi masih belum optimal karena masih kekurangan waktu. 

Dari gambaran diatas, maka perlu diadakan perbaikan-perbaikan pada siklus  berikutnya dengan menghilangkan  kegiatan kedua dari kegiatan pendahuluan dan kegiatan keempat pada kegiatan inti tiadakan karena dipandang kurang efektif untuk mencapai tujuan pembelajran yang ingin dicapai, justru menghabiskan banyak waktu.
  1. Perbaikan Pembelajaran Reading (RPP 1) siklus 2
a.    Rencana Perbaikan Pembelajaran 
RPP 1 siklus 2 adalah teks fungsional pendek sederhana yang berbentuk advertisement dengan materi lanjutan siklus 1,   dalam       perencanaan     tindakan      ini    dilakukan   langkah-langkah sebagai berikut :  
1.          Menyusun rencana Pelaksanaan Pembelajaran teks   tertulis   dengan panduan    metode     think pair and share.
2.          Menyiapkan lembar kerja siswa, media dan sumber pembelajaran.
3.          Menyiapkan lembar observasi.
b.    Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran 
Langkah-langkah yang dilakukan dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut :
1.             Siklus 2 dimulai dengan pembukaan oleh guru, dengan menanyakan iklan – iklan yang pernah dilihat atau ditonton oleh siswa.
2.             Berdasarkan tanya jawab itu, guru mengaitkannya tujuan pembelajaran pada hari itu.
3.       Pada kegiatan inti guru menampilkan beberapa contoh iklan dari koran sambil menyampaikan inti materi.
4.             Kemudian guru meminta siswa untuk duduk berpasang-pasangan dengan teman yang telah ditentukan guru.
5.             Siswa membaca teks iklan dengan penuh seksama untuk mengidentifikasi informasi yang terdapat di dalamnya bersama pasangan masing-masing.
6.             Guru memberi kesempatan kepada masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusinya, selanjutnya guru melengkapi hasil hasil diskusi siswa secara lisan dan singkat.
7.             Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan melakukan evaluasi pembelajaran dengan memberikan soal-soal.
8.           Seusai evaluasi pembelajaran menanyakan kesulitan yang dihadapi oleh siswa selama proses pembelajaran.
9.             Kegiatan belajar ditutup dengan tanya jawab terkait pembalajaran yang telah dilaksanankan sebagai kesimpulan akhir.
c.    Pengamatan dan Refleksi.     
Dari Pembelajaran 1 Siklus 2 diperoleh gambaran sebagai berikut :
1.             Respon  siswa  terlihat  cukup  baik dan telah berperan serta secara aktif dalam proses pembelajaran.
2.             Umumnya  siswa  dapat  memahami dan menguasai materi pembelajaran secara optimal.
C.  Perbaikan Pembelajaran Speaking (RPP 2) Siklus 1
Rencana  Perbaikan Pembelajaran 2 Siklus 1 yaitu  mengungkapkan informasi dalam teks monolog berbentuk  prosedur dengan metode diskusi. Masalah  yang  akan  diperbaiki adalah pemahaman dan  hasil belajar siswa.
Langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut :
a.    Rencana Perbaikan Pembelajaran
1.         Menyusun  Rencana  Pelaksanaan  Pembelajaran  teks  lisan melalui the Discussion method untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa
2.         Menyiapkan media dan sumber pembelajaran.
3.         Menyiapkan lembar kerja siswa.
4.         Menyiapkan lembar observasi.
b.   Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran
Langkah-langkah yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1.         Membuka pembelajaran.
2.         Memeriksa kelengkapan kelas dan siswa.
3.         Memberi apersepsi terkait dengan materi yang akan diajarkan.
4.         Memberi  motivasi,  mengarahkan  dan  mempersiapkan   mental  siswa pada tujuan dan situasi pembelajaran.
5.         Mengatur tempat duduk siswa secara berkelompok untuk memudahkan diskusi.
6.         Menjelaskan tata cara diskusi yaitu pertama-tama  secara bersama-sama menyusun sebuah teks procedure. Selanjutnya ketua kelompok membagi  teks kepada seluruh anggota. Siswa ke-1 menjelaskan cara melakukan sesuatu yang pertama, siswa ke-2 melanjutkan cara yang kedua, demikian seterusnya sampai selesai
7.         Membaca    dan   menganalisa    kalimat - kalimat   dalam   teks   monolog procedure.
8.         Mengamati dan menilai hasil belajar siswa melalui ungkapan-ungkapan lisan dan pronunciationnya.
9.         Menarik kesimpulan dan menjelaskan ulang secara singkat.
c.    Pengamatan dan Refleksi.     
Dari Pembelajaran 2 Siklus 1 diperoleh gambaran sebagai berikut :
1.         Respon  siswa  terlihat  cukup  baik,  meskipun ada sebagian kecil yang masih kurang berperan serta secara aktif dalam proses pembelajaran.
2.         Umumnya siswa dapat memahami dan menguasai materi pembelajaran, tapi masih belum optimal karena masih memerlukan media lain.
3.         Diskusi siswa menghasilkan kesimpulan yang cukup baik.

Dari  gambaran  diatas,  maka  perlu  diadakan  perbaikan - perbaikan pada siklus berikutnya dengan :
1.         Meningkatkan keterlibatan  siswa dengan cara pendekatan dan interaksi yang  menyenangkan  antar  guru dengan siswa, dan antar siswa dengan  siswa.
2.         Melengkapi media pembelajaran yang belum ada seperti Audio visual.
  1. Perbaikan Pembelajaran Speaking (RPP 2) Siklus 2
Rencana Perbaikan  Pembelajaran 2 Siklus 2 yaitu  mengungkapkan informasi dalam teks monolog berbentuk  prosedur dengan metode diskusi.
Masalah  yang  akan  diperbaiki adalah pemahaman, respon, keterlibatan dan  hasil belajar siswa.
Langkah-langkah yang diambil adalah sebagai berikut :

a.    Rencana Perbaikan Pembelajaran 2 Siklus 2
1.         Menyusun  Rencana  Pelaksanaan  Pembelajaran  teks  lisan melalui the discussion method untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa
2.         Menyiapkan media dan sumber pembelajaran.
3.         Menyiapkan lembar kerja siswa.
4.         Menyiapkan lembar observasi.
b.   Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran
Langkah-langkah yang dilaksanakan adalah sebagai berikut :
1.         Membuka pembelajaran.
2.         Memeriksa kelengkapan kelas dan siswa.
3.         Memberi apersepsi terkait dengan materi yang akan diajarkan.
4.         Memberi  motivasi,  mengarahkan  dan  mempersiapkan   mental  siswa pada tujuan dan situasi pembelajaran.
5.         Mengatur tempat duduk siswa secara berkelompok untuk memudahkan diskusi.
6.         Memutar VCD yang memuat contoh cara menyampaikan teks prosedur
7.         Menjelaskan tata cara diskusi yaitu pertama-tama  secara bersama-sama menyusun sebuah teks procedure. Selanjutnya ketua kelompok membagi  teks kepada seluruh anggota. Siswa ke-1 menjelaskan cara melakukan sesuatu yang pertama, siswa ke-2 melanjutkan cara yang kedua, demikian seterusnya sampai selesai sementara itu guru memandu setiap keompok selama diskusi berlangsung.
8.         Mengamati dan menilai hasil belajar siswa melalui ungkapan-ungkapan lisan dan pronunciationnya.
9.         Menarik kesimpulan dan menjelaskan ulang secara singkat.
c.    Pengamatan dan Refleksi.     
Dari Pembelajaran 2 Siklus 2 diperoleh gambaran sebagai berikut :
1)             Respon  siswa  terlihat  sangat baik dan ikut berperan serta secara aktif dalam proses pembelajaran. 
2)             Umumnya siswa dapat memahami dan menguasai materi pembelajaran dengan baik setelah dilakukan pendekatan dan menggunakan media VCD.
3)             Diskusi menunjukkan hasil belajar yang lebih baik daripada pembelajaran pada siklus sebelumnya.
2.    Pengumpulan data dan analisis data
Data dikumpulkan dari hasil observasi rekan guru dengan menggunakan lembar observasi yang tersedia, dan dari tes hasil belajar postes pada saat pelaksanaan tindakan sebanyak 2 siklus untuk masing-masing masalah, serta refleksi diri yang dilakukan guru terhadap kegiatan belajar mengajar yang telah dilaksanakan sebanyak 2 siklus tiap masalah.
Analisis data dilakukan terhadap dua jenis data, yaitu data kualitatif berupa catatan hasil observasi guru serta catatan refleksi guru, dan data kuantitatif berupa postes hasil belajar siswa. Untuk mengetahui hasil belajar siswa untuk RPP 1, disajikan atau diberikan soal tertulis. Sedangkan untuk RPP 2, guru secara langsung memberikan penilaian pada saat siswa menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas dengan menggunakan lembar penilaian.
Untuk data kualitatif dicari  point  inti dan juga informasi tambahan dari hasil observasi, kemudian dirangkum hal-hal inti yang perlu memperoleh perhatian dalam proses pembelajaran.  Untuk data kuantitatif dicari skor perolehan antara postes 1 dan 2.  Hasil analisis keduanya kemudian dirangkum dan disimpulkan.
Data pengamatan dapat dilihat pada tabel 5, 6, 7, dan 8.

Data kuntitatif hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 1 dan 2.

Bersambung ke Penelitian Tindakan Kelas BAB I  BAB II    BAB III    BAB V

ONLINE